Nikmat yang Hilang

That You Don’t Know What You’ve Got ’til It’s Gone

————

Pada umumnya manusia,

Ia baru menyadari nikmatnya sehat ketika ia sakit.

baru menyadari bahagianya bisa setiap hari berkumpul dengan keluarga ketika ia harus pergi berhari-hari meninggalkan keluarganya.

baru menyadari kurangnya berinteraksi dengan anak ketika ia melihat anaknya tumbuh dewasa, menjaga jarak, enggan bercerita dengannya.

baru menyadari kurangnya berbakti kepada orang tua ketika orang tua telah tiada.

baru menyadari nikmatnya memiliki teman-teman yang sholeh ketika ia mulai bergelimang di atas kemaksiatan namun tak ada yang menasehatinya atau ia mulai kendor beramal sholeh namun tak ada yang memotivasinya.

Puncaknya, ia baru menyadari sia-sianya hidup yang ia jalani di dunia ketika ia di ambang kematian sementara waktunya habis untuk mengejar dunia, hura-hura , bersenang-senang, hiburan, bermaksiat kepada Allah sehingga ia hanya sedikit beramal sholeh, bahkan ia tidak sempat beramal sholeh.

Allah berfirman,

hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.”

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (Al Mukminun : 99-100)

Dari status fb Akh Boris Tanesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s