Hikmah di Perjalanan

Hari itu hari Minggu, saya diajak oleh seorang kawan lama melakukan hobi yang sudah lama tidak dilakukan, nge-genjot sepeda.

Polygon kuningku yang dibeli 2 tahun yang lalu kupersiapkan, beres tinggal goes.

Rihlah kali ini tujuannya ke Punclut….utara Bandung…di tengah-tengah perjalanan bertemu dengan para cyclist, melihat seorang cyclist tua yang sendirian, yaudah weh diajakan bareng nga-goes.

Tanjakan-tanjakan dilahap, gunung-gunung didaki, jurang-jurang dilewati, jeram-jeram diarungi, rimba belantara diterobos (alah lebay padahal mah cuman jalan agak nanjak nan mulus beraspal, itu pun masih ngos-ngosan..) menjadi santapan kali ini.

“Bah, masih kuat teu?”
“Masih jang, sok teras we…”
Edun jagoan si abah meskipun sudah berumur tapi masih kuat, ngalahin kita-kita yang masih muda.

“Kagok ah mun balik deui kahandap, urang teraskeun we ka Lembang!”
“Hayu Bah siap”

Lumayan juga perjalanan rada panjang, karena ga kuat, sapedah nu kuduhna di goes ngadon didorong, ditambah juga panas matahari yang terik membuat emisivitas-konstanta tak bersatuan yang digunakan untuk mengukur kertransparanan suatu benda hingga benda hitam dalam perhitungan daya radiasi-bertambah alias tambah hideung….

Tengah siang nyampe pasar Lembang (eh bener ga huruf ‘p’ nya kecil?), setelah makan-makan, minum-minum dan foto-foto berencana untuk turun lagi ke kandang dan habitat masing-masing.

Naas sekitar jam 2-an hujan mulai turun sedikit demi sedikit sampai hujan gede, namun karena ingin segera pulang dan dengan gagah perkakas saya terjang aja..dan konon katanya saya baca di Kaskus hujan-hujanan tidak selamanya buruk bisa juga menyehatkan asalkan tidak berlebihan.

Namun ketika itu ada kejadian yang membuat saya merasa menyesal, ketika itu hujan deras sekali, sedangkan HP saya masih ada di saddle bag (semacam kantong untuk memuat barang yang diikat di bawah jok sepeda), buligir belum di plastikin.

Ceritanya ingin bertawakkal saja, namun apa daya ketika nyampe rumah badan sudah ka-bulusan dan begitu membuka saddle bag, argh…HP saya kemasukan air! kondisinya sekarat dan tombol2 ga berfungsi…mungkin saya terlalu percaya diri dengan saddle bag yang saya beli dengan susah payah (krn mahalnya) yang konon katanya anti air dan juga kurangnya ikhtiar untuk mengamankan HP, karena yang namanya tawakkal harus dibarengi dengan ikhitiar.

****

Hikmah:

Kejadiannya simple dan semua orang tidak menutup kemungkinan untuk mengalami hal yang sama. Namun setidaknya bisa diambil beberapa hikmah meskipun dari hal-hal yang kecil ataupun remeh sekalipun, lebih jelas lagi Al-Qur’an menyebutkan:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”

(QS 3:190-191)

Dalam haditspun,,

“Hikmah adalah milik kaum Muslimin yang telah hilang. Karena itu, dapatkanlah dimana saja ia berada.”

Setidaknya ada 2 hal yang saya dapatkan:

Pertamax, kita mengenal trilogi ketika akan berusaha, do’a-ikhtiar-tawakkal, ketiganya tidak bisa dipisahkan manakala ada yang terlewat maka bisa jadi suatu kesia-siaan.

Unsur terpenting dalam tawakal adalah kepercayaan atau keyakinan, sebab bagaimana mungkin kita mewakilkan sesuatu pada seseorang yang tidak pernah kita percayai. Oleh sebab itu, tawakal kepada Allah dapat dikatakan sebagai salah satu dari cabang keimanan.

Menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah adalah definisi lain dari tawakal, tetapi salah besar jika tawakal dipersepsikan sebagai bentuk sikap pasif. Tawakal adalah amalan hati, tetapi amalan fisiknya adalah all out berusaha sekeras-kerasnya (ikhtiar) meraih apa yang ingin kita capai dalam sebuah perjuangan. Orang yang tidak memahami Islam mungkin menyebutnya sebagai ajaran kontradiktif, tapi kita menyebutnya sebagai prinsip keseimbangan.

Suatu hari datang seseorang menghadap Nabi, sementara ia masuk, untanya dibiarkan tidak diikat.
Lalu Nabi menegurnya, “Mengapa engkau tidak mengikat untamu?”.
“Saya tawakal kepada Allah,” jawab orang itu.
“Ikatlah unta itu, barulah engkau tawakal kepada-Nya”, kata Nabi.

Kedua, syukur, seringkali kita tidak pernah bersyukur sebelum apa yang kita miliki itu hilang. Kalau kata panjul dalam statusnya “Apakah harus menunggu suatu nikmat itu diambil baru kita sadari betapa berharganya nikmat tersebut?”.
Namun alhamdulillah Sony Erricson K610i saya selamat setelah mengikuti saran seorang teman agar batere dan segala pernak-perniknya dilepas lalu dikeringkan, besoknya saya nyalakan hidup kembali dengan normal….baru kerasa betapa berharganya punya HP meskipun gratisan dapat dari undian bank😀

Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengatakan “Jika kamu bersyukur Aku akan memberi tambahan kepadamu; tetapi jika kamu tidak bersyukur sungguh adzab-Ku dahsyat sekali” (Ibrahim:7)

Analogi sederhananya adalah pada orang yang sakit, Hassan Al-Banna mengatakan, “Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang yang sehat dan tidak ada yang dapat melihatnya kecuali orang yang sakit”, berarti rasa syukur itu baru akan sangat terasa manakala sudah hilang, lebih baik lagi kita dapat bersyukur di permulaan.

Lebih jauh lagi tentang kematian, bukan tentang kapan dan dimana; namun apa yang kita bawa. Seringkali kita terlupakan, terlena akan dunia dan tidak mensyukuri jatah waktu hidup kita yang harus digunakan untuk beramal dan mengabdi kepada-Nya. Dimana juga segala hal yang sudah kita kerjakan akan dimintai pertanggungjawaban, sungguh akan sangat menyesal ketika kita tak mampu untuk mempertanggungjawabkannya,,,

Akhirnya saya teringat dengan perkataan
KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU BAGAIMANA BERHARGANYA SESUATU YANG KITA PUNYA SEBELUM SESUATU ITU HILANG!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s