Sharing Berita

Bertebarannya social media (whatsapp, line, telegram, dll) membuat setiap orang berhasrat untuk men-share suatu artikel atau berita yang dianggapnya baik atau penting untuk dishare, entah dari broadcast grup lain maupun hasil membaca dari suatu web. Continue reading

Advertisements

Belajar Qona’ah

​Antara Qona’ah & Hidup Realistis
——

Qona’ah ( nrimo ) dengan rizki yang diberikan oleh Allah merupakan buah dari hidup realistis. 
Ya,  realistis, ga neko-neko dengan hidupnya.
Misalnya saja, ketika Allah memberikannya rizki hanya cukup untuk punya motor, ia pun realistis dengan tidak memaksakan diri untuk punya mobil selama memang belum sanggup memilikinya.
Apabila Allah memberikannya rizki hanya cukup untuk makan tempe, tahu, maka ia tidak akan membebankan dirinya untuk menyantap makanan mewah selama kocek masih terbatas.
Bercita-cita dan berusaha untuk mendapatkan hidup yang lebih baik memang boleh selama tidak melanggar syariat-Nya, akan tetapi harus juga diimbangi dengan realistis dalam menapaki hidup sesuai dengan kadar yang ada di tangannya. Dengan demikian,  niscaya rasa qona’ah akan timbul di dalam hati, dan jadilah ia orang terkaya di dunia.
Nabi bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
 إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب
 “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
( Faidah dari kajian Syarah Al-Wasail Al-Mufidah oleh Ustadz Aris Munandar hafizhohullah dengan sedikit penambahan)

Dosa dan ketaatan

​{ Terkadang dosa bisa menjadi lebih utama daripada ketaatan dengan suatu sebab }
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لو لم تكونوا تذنبون لخفت عليكم ما هو أكبر من ذلك العجب 

” Andai kalian tidak berbuat dosa niscaya aku benar benar merasa takut atas kalian kepada apa yang lebih berat dari itu, yakni sifat sombong.” ( HR Al Baihaqiy – Shahihul Jaami’ no 5303 )
Maka dengan ini berkatalah Al Hasan Al Bashriy rahimahullah : ” Kalau saja anak cucu Adam selalu benar pada setiap keadaannya maka dikhawatirkan dia terjatuh kepada sikap sombong.” Seorang ulama salaf bertutur : ” Dosa yang membuat seseorang selalu bergantung kepada Allah Ta’ala lebih aku sukai dari ketaatan yang membuat diriku sombong.”
Lathaiful Maarif…

alfaqir

abuasmaandre

Berjalanlah di muka bumi

Perkara yang dapat melapangkan dan melenyapkan awan kesedihan dan kesusahan adalah berjalan menjelajah negeri dan membaca ‘buku penciptaan’ yang terbuka lebar ini untuk menyaksikan bagaimana pena-pena kekuassaan menuliskan tanda-tanda keindahan di atas lembaran-lembaran kehidupan. Betapa tidak, karena Anda akan banyak menyaksikan taman, kebun, sawah dan bukit-bukit yang menawan. Continue reading

Jatuh bangun bertaubat

Perihal dosa dan maksiat, siapakah manusia yg terbebas dari kemaksiatan?

 
Di antara ciri orang yg beriman itu, dia sedih dengan kejelekan yg dia lakukan.
Akan tetapi dia tidaklah berputus asa, dia senantiasa ingat hadits Nabi untuk mengiringi kejelekan dengan kebaikan. Niscaya Allah akan menghapuskan kesalahannya tersebut.
Jika suatu saat bermaksiat, maka iringi dengan kebaikan, berharap agar Allah mengampuni. Dan Allah Maha Pengasih Dan Penerima Taubat bagi hambaNya yg ingin kembali kepadaNya .

 

Continue reading