Takdir yang baik

​Takdir adalah sepenuhnya ketentuan dan rahasia Allah, tdk ada satupun makhluk yg memiliki pengetahuan akan masa depan.

Kita tidak tahu akan kuliah dimana sampai benar2 kuliah di tempat tersebut.

Kita tidak tahu akan menikah dgn siapa sampai akhirnya menikah. Continue reading

Advertisements

Berdoalah

​Berdoalah, Meski Diri Bergelimang Dosa
——-
Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
“Jangan sampai buruk sangkamu terhadap dirimu, banyaknya dosamu, menghalangi dirimu untuk berdoa kepada Allah.
Sungguh Dia telah mengabulkan permintaan Iblis ketika ia berdoa,
“Wahai Tuhanku, tangguhkanlah aku hingga hari kebangkitan.”
Allah pun (mengabulkannya dan) berkata,
“Sesungguhnya engkau termasuk orang yang diberi penangguhan.”
(Fathul Bari 11/168)

Ust. Boris T

Memantaskan

​Satu hal yang patut dikhawatirkan adalah, adanya sebagian pemuda yang semangat belajar agama dan beribadah demi alasan memperbaiki dan memantaskan diri, dengan niat agar mendapatkan jodoh wanita shalihah yang diidamkannya.
Barangkali mereka lupa; bahwa, belajar agama, menjalani berbagai kebajikan, serta memperbaiki diri, semua itu adalah ibadah yang sudah sewajibnya diniatkan untuk Allah semata; tanpa dicampuri dengan tendensi duniawi apapun.
Alangkah baiknya jika, seorang pemuda mengikhlaskan seluruh amalnya hanya untuk Allah saja. Adapun, bila di kemudian hari ternyata Allah menyatukannya dengan figur shalihah yang sesuai impian, anggaplah itu sebagai salah satu hadiah terindah yang Allah segerakan baginya di dunia; disertai harapan semoga Allah menyiapkan balasan yang jauh lebih baik, kelak di dalam surga.

-Ust. Ammi

Yang penting konsisten

​Kunci sukses: “Ciptakan rutinitas sederhana, lalu pertahankan”.
=====
Keberhasilan itu bukan dari kuantitas usaha kita.. tapi dari kedisiplinan kita dalam merutinkan usaha.
Keberhasilan itu bukan dari besarnya usaha, atau tingginya cita-cita.. tapi dari kemampuan kita untuk menciptakan rutinitas sederhana yg bisa dilakukan sepanjang umur.
Tentunya, ini semua setelah taufiq dari Allah.
Maka, dari sekarang, putuskanlah untuk menciptakan rutinitas sederhana yg bisa mengantarkanmu kepada kesuksesan.. jangan terbebani oleh terciptanya kesuksesan itu sendiri.
Jangan sibukkan pikiranmu dengan menghapal Alquran dari awal sampai akhir.. Tapi, sibukkan saja dirimu dg menghapal setengah halaman setiap hari.
Jangan sibukkan diri memikirkan bagaimana mendapatkan bentuk badan yg atletis.. Tapi, khususkan saja waktu seperempat jam tiap hari untuk olahraga.
Jangan sibukkan dirimu dg target mahir dalam disiplin ilmu tertentu.. Tapi, khususkan saja sedikit waktu tiap hari untuk membaca beberapa halaman tentang disiplin ilmu tersebut.
Jangan sibuk memikirkan diet yg ideal, atau target turun 30 kilo dalam dua bulan.. Tapi, buat saja kebiasaan makan sehat yg mudah dijalani sepanjang hidup.
Ingatlah, bahwa umur itu akan berjalan dg sangat cepat.. oleh karenanya, ketika kita sudah menjalankan sebuah rutinitas dg baik meski sederhana, maka setelah berjalan setahun atau dua tahun, kita akan mampu meraih apa yg menjadi target kita, atau bahkan melebihi target kita.. dan mungkin saja kita akan kagum sendiri dengan capaian itu.
Saya misalkan Anda memutuskan untuk mengkhususkan waktu:

1. 30 menit untuk menghapal Alqur’an.

2. 15 menit untuk olahraga.

3. 15 menit untuk membaca kitab atau buku tentang disiplin ilmu yg anda inginkan.
Tentu setelah berjalan beberapa tahun yg tidak lama (bisa saja terasa seperti kedipan mata), Anda akan kaget sendiri, ternyata Anda sudah hapal Alqur’an, sudah memiliki badan yg atletis, dan telah selesai membaca puluhan kitab atau buku.. padahal itu hanya dengan menyisihkan waktu 1 satu jam saja.. tentu tidak ada apa²nya bila dibandingkan dengan waktu 23 jam yg banyak tersia-siakan setiap harinya.
Intinya sangat sederhana, untuk meraih sukses: “ciptakan rutinitas sederhana”.. itu akan berakhir dg menumpuknya banyak hasil, dan terwujudnya apa yg kita cita²kan, atau bahkan lebih dari itu.
Oleh karena itulah, Nabi -shallallahu alaihi wasallam- sejak dahulu telah menyabdakan: “Amal yg paling dicintai Allah adalah amal yg paling dirutinkan, meski hanya sedikit”. [HR. Bukhari: 6464, Muslim: 783]. 
[Terjemahan bebas dari pesan berbahasa arab]

Belajar Qona’ah

​Antara Qona’ah & Hidup Realistis
——

Qona’ah ( nrimo ) dengan rizki yang diberikan oleh Allah merupakan buah dari hidup realistis. 
Ya,  realistis, ga neko-neko dengan hidupnya.
Misalnya saja, ketika Allah memberikannya rizki hanya cukup untuk punya motor, ia pun realistis dengan tidak memaksakan diri untuk punya mobil selama memang belum sanggup memilikinya.
Apabila Allah memberikannya rizki hanya cukup untuk makan tempe, tahu, maka ia tidak akan membebankan dirinya untuk menyantap makanan mewah selama kocek masih terbatas.
Bercita-cita dan berusaha untuk mendapatkan hidup yang lebih baik memang boleh selama tidak melanggar syariat-Nya, akan tetapi harus juga diimbangi dengan realistis dalam menapaki hidup sesuai dengan kadar yang ada di tangannya. Dengan demikian,  niscaya rasa qona’ah akan timbul di dalam hati, dan jadilah ia orang terkaya di dunia.
Nabi bersabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
 إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب
 “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
( Faidah dari kajian Syarah Al-Wasail Al-Mufidah oleh Ustadz Aris Munandar hafizhohullah dengan sedikit penambahan)